Saut Situmorang Kau Telalu Kasar dan Kejam Pada Gola Gong, Kau Harus...

Saut Situmorang Kau Telalu Kasar dan Kejam Pada Gola Gong, Kau Harus Minta Maaf!!!

Kenapa seorang yang mengaku sastrawan begitu kasar menghina. Bahkan fisik dihina dan menghina sebuah komunitasnya, Apakah Anda paling hebat dijagat sastra?

13176
2
SHARE
Gola Gong: SAYA SAKIT HATI, KARENA SAUT SUDAH KETERLALUAN. TADINYA SAYA MAU MELAPORKAN DIA KE POLISI ATAU MENGIJINKAN MURID-MURID SAYA DI YOGYA MEMBERI PELAJARAN KEPADA DIA. "TAPI, SAYA KASIHAN. HIDUP DIA SUDAH MEDERITA. SASTRA SAJA TIDAK MEMBUATNYA BAHAGIA."

SENI.CO.ID – Saut Situmorang (SS) memaki-maki kawan saya Gola Gong (GG). Jujur saja hinaan itu secara fisik dan hinaan yang busuk dan tak beradab.

Lalu kenapa SS yang katanya seniman sastra itu tiba-tiba mencaci habis soal fisik GG. Hinaan kepada orang seperti ini tak lazim karena berada dalam batas tidak santun jika ngaku sastrawan mestinya bertutur teratur cakap berikap dan bermartabat, namun sebaliknya ini sangat keterlaluan dan memuakan.

Jika Saut tak mau dilawan dengan sikap kurang ajar lagi maka berkata baiklah, fisik seseorang jangan kau sebut sebagai penghinaan, jika kau tak kuasa dengan karya lawan dengan tulisanmu. Jika kau sudah tak punya darah untuk menulis maka tulisanmu gunakan dengan ludah dan tinta yang bisa kau cari dari bualan diksi retorika.

Untungnya GG tidak akan adukan dirimu ke Polisi sebagaimana dulu dirimu diadukan oleh Fatin yang pernah melapor dan dirimu diciduk polisi di Jogjakarta. GG tak sejahat itu melaporkan dan tak akan melaporkan kendati telah kau hina fisiknya dengan kata-kata kasar dan tak etis. Jika pemantiknya awalnya adalah dalam timeline akun Face Book  Rukmi Wisnu Wardhani GG berkomentar sangat santun yang memberikan masukan akan ada diskusi soal Puisi Esai yang digelar di Rumah Guntur Jakarta.

Begini bunyi tulisan GG: Kalau saya tak ke Bangka, hadir. Saya harus angkat Topi jika NP hadir. Saya harap Saut tahu etika juga, jangan keluar dari diksi binatangnya. Saut harus malu sama NP kalau sampai omongannya nggak intelek. Sukses buat dua kubu. Sastra tetap harus tidak deskriminatif. (lihat tek teks asli dibawah ini)

gong

 

Menurut GG yang disampaikan ke saya bahwa,”Saya hanya memberi masukan, agar saat Saut diskusi dengan Narudin soal puisi esai di akun FB Rukmi Wisnu Wardhani, tidak keluar kata-kata kotor. Tapi, seperti biasa, dia keluar jalur. Bahkan bukan cuma cacat phisik saya yang dia caci. Rumah Dunia juga. Saya dituduh memotong honor dia saat perhelatan Ode Kampung 2 pada tahun 2005. Seingat saya, Ode Kampung itu swadaya, semua menyumbang dan datang secara sukarela. Dia rupanya tidak paham organisasi Rumah Dunia. Posisi saya di Rumah Dunia sebagai apa. Tampaknya Saut memang mendendam kepada saya. Permintaan berat dia kepada saya tidak saya terima. Yaitu agar saya tidak berteman dengan Goenawan Mohammad,” bebernya.

Saya sakit hati, karena Saut sudah keterlaluan. Tadinya saya mau melaporkan dia ke polisi atau mengijinkan murid-murid saya di Yogya memberi pelajaran kepada dia. “Tapi, saya kasihan. Hidup dia sudah mederita. Sastra saja tidak membuatnya bahagia.” lanjutnya GG

GG juga menjelaskan Semoga Saut sadar.

GG juga diserang dengan kata-kata yang tak pantas dengan kata-kata dibawah ini silakan simak: Novel pop ABG aja dibanggain..ckckck! Gak becus nulis Karya Sastra ya, Buntung (simak asli teks dibawah ini)

gong1

GG juga bercerita dulu saat Rumah Dunia mau mempertemukan Jamal D Rahman dgn Katrin Bandel soal buku “33 Tokoh Sastra”, Saut juga maki-maki saya di medsos dan acara batal.

“Dia sering klaim ke orang-orang: Gua yang bikin Rumah Dunia terkenal,” jelas GG.

gong2Bagi GG Soal rasis dan diskriminatif dari Saut, itu sudah biasa. Tapi tuduhan dia, bahwa saya parasit, memotong honor itu tidak benar, fitnah. Harta saya, separuh hidup untuk Rumah Dunia. Tias istri saya berkorban untuk itu. Jadi yag kita perjuangkan itu apa?

Saut itu marah pada saya karena persoalan saya berteman dengan Goenawan Mohammad. Di Ode Kampung #2, saya, Firman, Toto, Wan Anwar menentang keras rekomendasi Ode Kampung yang menyebut Utan Kayu. Binhad walk out, banyak yang walk out, saya tetap baik-baik saja dengan Binhad dll.

“Justru Saut (dan Boumiputra-nya) yang merusak Rumah Dunia (RD). Sejak saat itu, RD memilih tidak mengundang mereka. Lalu ke orang-orang, Saut bicara , “Rumah Dunia yang bikin terkenal itu aku,”kata GG.

Saya berpikir, masih kata GG begitu rumit kehidupan sastra kita. Tanpa sadar, kita ini pada posisi status quo. Jadi yang kita bela ini apa? Estetika atau moral? memaafkan Jadi, sekarang saya baru merasakan, kenapa dulu ada yang melaporkan Saut.

“Saya sudah lapor di WAG RUANG SASTRA, agar ada sangsi sosial buat Saut. Tapi, mereka hanya bilang, ” Sabar, Gong…” jelasnya.

GG juga bilang kepada saya bahwa dirinya geus kolot. Saya lagi di Bangka. Nyeri hate saya. “Lamun saya ngora keneh teuing, (kalau saya masih muda tak tahulah),” ungkapnya.

Dalam sejarah sastra sesekali bikin perlawanan ke Saut harus dilakukan. Karya dia apa? Sumbangsih dia ke sastra apa?

“Saya bilang ke semua sastrawan, dia tidak layak jadi sastrawan,” tutur GG.

Kini GG sedang didzolimi oleh orang yang mengaku sastrawan demgan perlakuan fisik dan dia kasar jahat dan keji, emang dia lebih baik  dari anjing buduk?
Sebagai sahabat GG saya katakan disini bahwa SS harus minta maaf saja GG dan saya meminta seniman lain agar hirau dan respek atas kasus ini. Sebab juka saja soal kubu-kubuan dalam sikap SS atas respon saat ini soal kasus Puisi Esai atau kelompok lain yang ada jadikan itu sika melawan mereka jangan serang GG dalam konteks yang tak ada korelasinya. SS harus sadar, saya sahabat baik GG jika Anda menyoal fisik saya tak terima dan fitnah SS harus diberangus. Hai SS Kau Telalu Kasar dan Kejam Pada Gola Gong yang santun tapi kok menyembur bau hinaan yang tak pantas. Lawanlah musuhmu yang kau benci jangan buka permusuhan baru. Saut Situmorang Kau Harus Minta Maaf!!!

KEBAGUSAN RAYA – JAGAKARSA JAKARTA, 17 FEBRUARI 2018

  • AENDRA H. MEDITA, sahabat Gola Gong 

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY