Home AGENDA HIMIGNU Hadirkan Pesona Seni Budaya Indonesia di 2017 China-Asean Expo Tourism Exhibition

HIMIGNU Hadirkan Pesona Seni Budaya Indonesia di 2017 China-Asean Expo Tourism Exhibition

425
0

SENI –  Bengkel Seni HIMIGNU (Himpunan Mahasiswa Indonesia Guangxi Normal University) Hadirkan Pesona Seni Budaya Indonesia di 2017 China-Asean Expo Tourism Exhibition.

Tahun 2017 China-Asean Expo Tourism Exhibition merupakan rangkaian kegiatan dari The 13th China-ASEAN Expo Bulletin dan merupakan pameran khusus dari CAEXPO yang memamerkan tampilan gambar tempat wisata, produk pariwisata, konsumsi pariwisata, sains dan teknologi (smart tourism technology) yang bertempat di Guilin International Convention and Exhibition Center. Kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di Guilin International Convention and Exhibition Center, ada juga yang dilaksanakan di Nanning International Convention & Exhibition Center (NICEC), Guangxi Exhibition Hall (untuk CAEXPO Agriculture Exhibition), dan di tempat lainnya.

Pameran China-ASEAN (CAEXPO) disponsori oleh Kementerian / Departemen Perdagangan atau Industri dan Perdagangan China, 10 negara anggota ASEAN serta Sekretariat ASEAN, dan diselenggarakan oleh Pemerintah Rakyat Daerah Otonomi Guangxi Zhuang. Setelah berhasil diakhiri selama 12 sesi sejauh ini, CAEXPO telah berkembang menjadi sebuah acara tingkat internasional yang cukup berpengaruh dan berperan penting dalam mempromosikan kerjasama China-ASEAN dan membangun Jalur Sutra Maritim Abad ke-21. CAEXPO ke-13 akan menyoroti Pameran Kerjasama Ekonomi dan Industri Internasional yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan pasokan peralatan. Pameran ini akan diperkaya dengan inovasi sains dan teknologi, metalurgi dan bahan bangunan dan layanan keuangan, yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama secara praktis dalam kapasitas industri, manufaktur peralatan, ekonomi, perdagangan dan investasi antara China, ASEAN dan lainnya.

cnDalam kegiatan tersebut Bengkel Seni HIMIGNU (Himpunan Mahasiswa Indonesia Guangxi Normal University) ikut memeriahkan 2017 China-Asean Expo Tourism Exhibition di Guilin International Convention and Exhibition Center. Sajian tampilan dimotori oleh Randy Gevenk dan Ikhwan Maulfi sebagai pelatih. Persiapan yang terhitung singkat tidak menurunkan kreativitas para pelatih untuk menyajikan pertunjukan seni sebaik mungkin. Sajian pertunjukan cukup menarik simpati para pengunjung pameran dengan pertunjukan Tari Gatot Kaca, Tari Topeng Klana Cirebon, Tari Rampak Kendang dan grup vokal yang menyanyikan lagu daerah.

Sajian pertunjukan dilaksanakan selama empat hari, mulai dari hari Selasa sampai dengan Jumat tanggal 10-13 Oktober 2017. Hari pertama menampilkan Tarian Rampak Kendang di acara pembukaan CAEXPO 2017 yang dilaksanakan di Sangrila Hotel. Kemudian hari kedua menampilkan tiga pertunjukan di antaranya Tari Topeng Klana Cirebon, grup vokal, dan Tari Rampak Kendang. Hari ketiga menampilkan dua pertunjukan Tari Gatot Kaca dan Tari Rampak Kendang. Pada hari terakhir sama seperti penampilan hari kedua menampilkan Tari Topeng Klana Cirebon, Vokal Grup, dan Tari Rampak Kendang yang dilaksanakan di Guilin International Convention and Exhibition Center.

Kedua tarian tradisional Indonesia Tari Topeng Klana Cirebon dan Tari Gatot Kaca banyak mengambil simpati para pengunjung selain kostum yang tidak biasa juga gerakan tarian yang menarik. Selain itu, lantunan aransemen lagu-lagu daerah juga dipadukan dengan beberapa gerakan tarian yang dinyanyian oleh Vokal Grup, membuat kagum para pengunjung meskipun tidak semua pengunjung mengerti bahasanya karena memakai bahasa Indonesia tetapi para pengunjung tetap menikmatinya alunan suara nyanyiannya. Terakhir para pengunjung juga dibuat terpesona oleh kolaborasi tarian dan alat musik tradisional kendang atau disebut dengan istilah Tari Rampak Kendang.

Pesona seni budaya Indonesia yang diwakili oleh Bengkel Seni HIMIGNU telah memberikan warna kegiatan 2017 China-Asean Expo Tourism Exhibition dan sukses membuat para pengunjung kagum dan terpesona oleh pertunjukannya.

Pertunjukan seni ini bukan hanya sekedar pertunjukan seni biasa, namun juga merupakan wadah pengenalan budaya Indonesia di kancah internasional. |OM/AND

Leave a comment

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here