ATAS NAMA KEADILAN – Albert Camus Dipentaskan NEO Theatre Indonesia

ATAS NAMA KEADILAN – Albert Camus Dipentaskan NEO Theatre Indonesia

1044
0
SHARE

SENI.CO.ID – Drama (Les Justes) atau ATAS NAMA KEADILAN karya Albert camus akan dipentaskan oleh NEO Theatre Indonesia. Dengan Sutradara Fathul A. Husein bertempat di Teater Luwes Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Pertunjukan akan berlangsung Rabu 26 Juli 2017, pukul 19.30 WIB.

nDrama ATAS NAMA KEADILAN  berkisah dengan setting Moskow, 1905. Sekelompok teroris bawah-tanah sempalan dari Partai Sosialis Revolusioner mengatur pembunuhan atas Grand Duke (Pangeran/Bangsawan Besar) Sergei Romanov, paman Tsar Nikolas II, dengan cara dibom.

Upaya pertama ditata dengan sangat rapi dan cermat, dengan Kaliayev terpilih sebagai pelempar bom pertama dan Voinov yang kedua. Detik-detik yang sangat menegangkan dan serba tak pasti.

n4Upaya pemboman pertama lolos begitu saja dan gagal membuahkan hasil. Bom urung diledakkan lantaran kehadiran dua bocah kecil kemenakan Pangeran, selain istri Pangeran, turut-serta dalam kereta itu. Lalu, Stepan yang baru menghabiskan masa-masa kelam tiga tahun di penjara dan dicambuki habis saat ditangkap sehingga istrinya bunuh diri di hadapannya karena shock berat melihatnya disiksa, sosok manusia true believer yang jiwanya telah sakit, satu-satunya tokoh revolusioner fiktif dalam lakon ini, merasa sangat jijik dengan sikap pandang bulu Kaliayev terhadap anak-anak.

n2Dengan lantang ia menegaskan bahwa hanya karena Kaliayev tidak berani melemparkan bom kepada anak-anak maka jutaan anak-anak Rusia terancam mati kelaparan di tahun-tahun mendatang lantaran despotisme Tsar dengan kesewenang-wenangan dan ketidakadilan.

n1Sementara bagi Kaliayev si penyair muda revolusioner dan pecinta kehidupan (keindahan), Annenkov si pemimpin kelompok yang bertanggungjawab terhadap semua keputusan partai, selain mantan pemburu pesta dan wanita, Dora si ahli kimia perakit bom dan mantan kekasih Kaliayev sejak masa kuliah, serta Voinov si mantan mahasiswa yang lumayan lugu dan dikeluarkan dari almamater lantaran berkomentar sengit anti-Tsar, bagi mereka: Membunuh anak-anak adalah ihwal lenyapnya rasa hormat sekaligus kejahatan besar sekalipun dalam konteks teror dan revolusi.

Pementasan NEO Theatre Indonesia ini dalam rangka Festival Teater Wahyu Sihombing, dengan Kerabat Produksi: Penanggungjawab Produksi : DR. Retno Dwimarwati, S.Sn., M.Hum., Andreas D. Bolo, SS., M.Hum. Supervisi Produksi : Eka Gandara WK.
Penasehat Produksi : Drs. Agus R. Sarjono, M.Hum.,  DR. Tatang Abdulah, S.Sn., M.Hum.
Herry Dim,  Pelaksana Produksi : Yani Mae, S.Sn., M.Sn., Lili Rosidah, S.Sn., M.Psi.
Yani Nurmayani, S.Sn., Annisa Nur Habibah, Dokumentasi : Ratih Puspitasari, S.Sn.

Tim Artistik  Pimpinan Artistik : Joko Kurnain
Pimpinan Pentas : Firdaus Muhammad, Penata Pentas & Properti : Ade Ii Syarifuddin
Penata Lampu : Nursuasto Radityo,  Zamzam Mubarok
Penata Rias & Busana : Sari Mulyati, S.Sn., Creative Art NEO Theatre
Penata Musik & Suara : Izep Sepiralisman,  Ghafara Difa Harashta
Ariq Rahmaeri,  Vokalis : Mitha S. Kulsum

Dramatis Personae

BORIS ‘BORIA’ ANNENKOV : Dedi Warsana
STEPAN FEDOROV : Rusli Keleeng
IVAN ‘YANEK’ KALYAYEV : Heksa Ramdono
DORA DOUBLEBOV : Christie Vaam Laloan
ALEXIS VOINOV : Januar Eko Rahayu
SKOURATOV : Joko Kurnain
WANITA BANGSAWAN : Yani Mae
FOKA : Rusman Nurdin
PENJAGA : Muhammad Yusuf

Sutradara : Fathul A. Husein,

| ATA/SNC

Foto-foto: Ratih Puspitasari/NEO Theatre

Comments

comments

Leave a Reply

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY