Nus Salomo, Merekam Portrait Sahabatnya

Nus Salomo, Merekam Portrait Sahabatnya

1026
0
SHARE

SENI.CO.ID – Imajinasi adalah sebuah kekuatan atau proses menghasilkan ide. Dalam kenyataannya, imajinasi adalah sebuah kerja akal dalam mengembangkan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang pernah dilihat, dengar, dan rasakan. Dengan imajinasi manusia mengembangkan sesuatu  menjadi lebih bernilai.

Refleksitas imajinasi kadang merupakan six sign yang dimiliki oleh seorang. Untuk menuangkan menjadi nyata, butuh talenta khusus, disinilah keahlian seorang seniman menuangkan karya cipta lewat berbagai ruang dan media.

Berbagai media dapat diaplikasikan dalam menuangkan sebuah karya cipta seorang seniman, entah lewat alunan musik, gerak/tari, tulisan  atau puisi, lukis, film, instalasi ataupun foto. Untuk sebuah ide imajinasi tak jarang seniman lebih detail mengungkapkannya, yang kadang, talenta dan bakat  tak dimiliki oleh orang-orang kebanyakan.

Hard life (charcoal series ) by Nus SalomoAdalah seorang seniman murni multi talenta, Nus Salomo yang sudah cukup dikenal dan menghasilkan berbagai karya cipta, lewat berbagai media, baik lukis, instalasi / patung, hingga videography dan imaging concept lewat media komputerisasi yang cukup, out of the box dalam menuangkan ide-ide kreatif atas beberapa karya yang telah di buat dan dipamerkan.

lukisan lukisan 2

portrait by Nus Salomo P_20170327_182014 nus & aendra Beberapa waktu lalu, Nus memamerkan karya ciptanya (25/3), di Galeri Numo art & cafe miliknya yang dibangun bersama sang istri Windi Salomo, bertempat dikawasan ruko Arcade 2 Bintaro. Karya lukis watercolor portraits yang di beri judul ‘Among Friends’, serta beberapa karya instalasi berbahan bambu cukup menarik dikunjungi dan dilihat.

Dengan media cat air, charcoal, kopi dan cat minyak, ada 21 karya yang di tampilkan. Tema ‘Among Friends’, mengambil  objek lukisan orang (portraitur), dimana orang yang menjadi objek pada lukisan  tersebut adalah teman dekat  dan keluarga.

Rencana kedepan di tahun ini, Nus sudah memiliki  jadwal pameran. Pameran bersama akan dilakukan di bulan Mei (Art Sampoerna) dan September (Triennale patung di Galeri Nasional). Untuk pameran tunggal, Nus akan memajang karyanya pada bulan Agustus di Dia.lo.gue artspace- Kemang.

Dalam rencana pameran kedepan, ide yang banyak di tuangkan adalah dalam bentuk karya cipta instalasi ber bahan bambu.

Ya di pameran mendatang ini, Saya coba mengekspresikan kedalam media material bambu. Kenapa bambu ? Karena bambu merupakan tanaman khas Indonesia, sekaligus bagian program ramah linkungan  disamping , ada sekitar 160 spesies bamboo yang bisa kita manfaatkan. Dan  saya bekerja sama dengan pengrajin bambu Sukabumi,“ jelas Nus Salomo pada acara pameran Lukisannya di Numo Art & coffee di bilangan Bintaro Banten (25/3).

Nus mempunyai misi untuk memperkenalkan unsur desain kepada para pengrajin tradisional bambu Indonesia, agar menambah ide-ide karya seni bambu kepada pengrajin yang ada. 

P_20170327_181914Nus Salomo mengenal dunia seni rupa sejak usia dini. Kesenangannya menggambar dan sedikit-sedikit melukis membuat ia mengenal apa ekspresi seni rupa. Sejak itu sudah terpikir padanya untuk menjadi pelukis. Namun Nus bimbang ketika harus melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi karena selain seni ia tertarik juga pada perkembangan teknologi.

Nus akhirnya memutuskan untuk memilih bidang arsitektur dengan keyakinan di bidang ini minatnya pada seni dan teknologi bisa disatukan. Ia masuk jurusan arsitektur, Insititut Teknologi Bandung (ITB) pada 1986. Tapi ia tidak menemukan apa yang dicarinya dan pendidikan arsitektur di ITB dijalaninya hanya dua tahun.

Ia berubah pikiran dan merasa pendidikan desainlah yang bisa menyatukan minatnya pada seni dan teknologi. Nus kemudian berangkat ke Amerika Serikat pada 1989 dan masuk pendidikan desain di Arts Center College of Design (ACCoD), Pasadena, California. Ia mengambil spesialisasi desain produk (termasuk desain mobil) dan desain untuk entertainment. Ia menyelesaikan studinya di ACCoD pada 1996.

Nus merasa menemukan apa yang dicarinya di dunia desain. Setelah menamatkan pendidikannya di ACCoD ia memutuskan untuk bekerja di Amerika Serikat sebagai freelance designer. Ia beruntung diterima perusahaan besar Hallmark Entertainment dan terlibat dalam perencanaan Sanrio Theme Park di Jepang. Dengan referensi ini Nus bisa bergabung dengan perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang desain. Di antaranya Brainchild Entertainment di mana ia bekerja sebagai Creative Director.

unnamedNus Salomo sempat mendalami seni patung dan animasi serta ikut merancang dan membuat perangkat special effects untuk film dan video game di industri perfilman Holywood. Ketika bekerja di perusahaan-perusahaan ini, ia ikut merencanakan dan membuat mahluk-mahluk aneh dari manusia setengah binatang sampai robot dan cyborg. Pada penciptaan ini kemampuan menggambar, melukis, dan bahkan membuat patung padanya berkembang sejajar dengan kemampuannya menggunakan semua penemuan teknologi komputer.

Ketika kembali ke Tanah Air pada 2003, hanya satu tahun Nus bekerja di dunia desain. Seperti mengingat kembali niatnya di masa kecil, ia memutuskan untuk menjadi perupa. Nus Salomo kemudian bergabung dengan sekelompok perupa Jakarta yang mengusung nama “Grup 12 Pas”. Di lingkungan ini ia memulai kariernya sebagai perupa, berkarya, dan mengikuti pameran-pameran. Banyak pengalaman bekerja di masa lalu mempengaruhi karya-karya nya saat ini. Di dunia industri hiburan inilah  ia  banyak menemukan pengalaman baru, terutama dalam hal penciptaan tokoh-tokoh dengan beragam karakter. | Teks & Foto-foto Beng Aryanto

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY