Home AGENDA PRA BIENNALE JOGJA XIV Equator #4

PRA BIENNALE JOGJA XIV Equator #4

1484
0

SENI.co.id –  Biennale Jogja Biennale Jogja (BJ) merupakan perhelatan besar seni rupa yang rutin diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan diorganisasi oleh Yayasan Biennale Yogjakarta (YBY).

Pada tahun 2011, YBY meluncurkan proyek Biennale Jogja seri Ekuator (Biennale Equator) yang pada kawasan Katulistiwa. BJ seri Equator ini akan membawa Indonesia, khususnya Yogyakarta, mengelilingi planet Bumi selama 10 tahun. Dalam setiap penyelenggaraannya, Biennale Equator akan bekerja sama dengan satu atau lebih negara atau kawasan di sekitar Khatulistiwa.

Perjumpaan melalui kegiatan seni rupa dalam BJ Ekuator akan diselenggarakan dengan semangat membangun jejaring yang berkelanjutan, sehingga dialog, kerjasama, dan kemitraan dapat melahirkan kerjasamakerjasama baru yang lebih luas dan berkelanjutan, di antara para praktisi di kawasan khatulistiwa, sehingga BJ dapat memberikan kontribusi pada terbentuknya topografi medan seni rupa global yang dirumuskan secara baru.

Penyelenggaraan Biennale Equator dari masa ke masa adalah sebagai berikut: Equator #1 2011 : Indonesia – India Equator #2 2013 : Indonesia – Arab Equator #3 2015 : Indonesia – Nigeria (Afrika) Equator #4 2017 : Indonesia – Brasil Biennale Jogja Ekuator XIV 2017 merupakan titik di mana perjalanan Biennale Jogja Ekuator episode ke-4 mencapai titik terjauhnya. Bermitra dengan negara Brasil di Amerika Selatan, Biennale Jogja Ekuator kali ini hendak mengintip masa depan, bagaimana negara-negara Ekuator dapat berperan dalam menghadapi masalah-masalah dunia pada saat ini dan masalah-masalah yang akan merintangi perjalanan di masa depan. Berpijak pada proyeksi akan masa depan tersebut, Biennale Jogja akan mengajak para seniman dan masyarakat guna bersama-sama merefleksikan dunia yang sedang berubah saat ini.

Biennale Jogja XIV Equator #4 akan diselenggarakan pada bulan November-Desember 2017 di sejumlah ruang pamer dan galeri. Selain pameran seni sebagai agenda utama, akan diselenggarakan juga sejumlah workshop dan paralel events. Pra Biennale Jogja XIV Equator XIV #4 Berbeda dengan rangkaian Biennale Jogja sebelumnya, kali ini Biennale Jogja XIV Equator #4 mengawali kegiatannya dengan menyelenggarakan pameran Pra Biennale guna mengumumkan nama-nama perupa Indonesia yang terpilih kepada publik, serta memberikan materi perkenalan berkaitan dengan Brasil sebagai negara mitra pilihan Biennale Jogja kali ini.

Pembukaan pameran Pra Biennale Jogja XIV Equator #4 akan dimulai pada tanggal 20 Maret 2017 pukul 19.00 WIB dan bertempat di PKKH UGM yang akan dimeriahkan oleh Sangkakala, Badpang dan Kavalery.

Adapun agenda pada pembukaan pameran Pra Biennale XIV Equator #4 ialah pengumuman nama-nama seniman Indonesia peserta Biennale Jogja XIV Equator #4, peluncuran laman resmi Biennale Jogja XIV #4, peluncuran logo dan merchandise Biennale Jogja XIV Equator #4,. Sedangkan untuk pameran akan berlangsung selama 6 hari kedepan dan bisa dikunjungi mulai pukul 10.00 sd 20.00 WIB setiap harinya.

Selama pameran berlangsung di PKKH UGM, highlight acara yang lainnya ialah: Sosialiasi Biennale Jogja XIV Equator #4 dan Peluncuran Newsletter “The Equator” Volume 5, No.1, 2017 Akan diselenggarakan pada tanggal 25 Maret 2017 pukul 15.00 – 18.00 WIB dan bertempat di PKKH UGM dengan narasumber Pius Sigit Kuncoro (Kurator Biennale Jogja XIV), Muhammad Abe dan J. Seno Aditya Utama (Tim riset Biennale Jogja XIV) serta Maria Puspitasari (Moderator) DODO HARTOKO Direktur Biennale Jogja XIV Equator #4 Dodo Hartoko adalah seorang seniman serta seorang penulis yang telah mendirikan “Buku Baik Publishing” di Yogyakarta. Dodo telah dididik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di “Universitas Katolik Atma Jaya” Yogyakarta, tapi dia tidak menyelesaikannya.

Selain mengerjakan sejumlah buku, sejak 2012 sampai sekarang, Dodo telah terlibat dalam Proyek Seni Equator di Gillman Barracks, Singapura, sebagai desainer. Pameran Solo pertamanya berjudul “Kepala Kepala” di Sangkring Art Space, Yogyakarta, 2012. Dirinyna juga telah memamerkan karya-karyanya di: ARTJOG 11; “Joint Exhibition” di Galeri Langgeng Magelang; “Turning Target # 1” pada acara 25 Tahun Cemeti – One Night Stand Cemeti, 2013; “Peristiwa Sebuah Kelas” bersama dengan Ceblang Ceblung Forum, Sangkring Art Space, 2013; “New Iconolast”, Galeri Abadi Magelang 2014; “Memajang Boleh Apa Saja Asal Ada Artinya”, BKdP 2014.

|RED/RZN

Leave a comment

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here