Antropolog Temukan Seni 38,000 Tahun di Perancis

Antropolog Temukan Seni 38,000 Tahun di Perancis

245
0
SHARE

Sekitar 38,000 tahun yang lalu, seseorang melukis seekor sapi di atas batu limestone. Gambar ini ditemukan di Perancis dan memberi petunjuk tentang keberadaan manusia di Eropa.

Batu gamping ini digali dari Abri Blanchard di Vézère Perancis pada awal abad 20, yang merupakan salah satu situs tertua tempat ditemukannya jejak manusia budaya Aurignacian, 43.000 hingga 33.000 tahun yang lalu.

“Temuan ini memberikan gambaran baru tentang pola regional seni dan ornamen di seluruh Eropa pada saat manusia modern pertama kali memasuki Eropa, yang menyebar ke arah barat dan utara benua,” kata antropolog New York University, Randall White, melalui laman resmi universitas pada (27/1/2017).

Beberapa artefak yang ditemukan di situs ini antara lain: gigi hewan, kerang, gading, manik-manik, ukiran dan lukisan di batu kapur.

Temuan ini berada dalam kisaran periode yang sama dengan lukisan di sebuah gua di Nusantara. Selusin gambar stensil tangan dengan warna murbei merah dan dua gambar detail binatang yang digambarkan sebagai “babi-rusa,” ditemukan di Sulawesi dengan perkiraan usia antara 35.000 sampai 40.000 tahun. |erabaru.net/Dpr/RED)

Comments

comments

Leave a Reply

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY