Home LITERASI Polosnya Novel “The of Power of Love” Rosi Sianipar

Polosnya Novel “The of Power of Love” Rosi Sianipar

Membaca Ulang Novel "The of Power of Love"

1329
9

SENI – Ia menulis sebuah sebuah novel bukan karena ingin disebut sebagai sastrawan, namun kisah hatinya hanya diungkapkan secara lugas.

Novelnya berjudul “The of Power of Love” ditulis seorang yang punya pengamalamn empiris dalam bidang seni dan penulisan skenario.

Adalah Rosi Sianipar dalam kisah novel  perjalananya seteba 180 halaman itu kalau kita baca idenya mengalir karena soal keakuannya Cintanya tercurahkan. Bicarakan tentang keteguhan cinta, kisahnya dari sebuah inspirasi dilema maraknya perceraian. Untuk berbagi dengan sesama wanita bahwa cinta itu tidak selalu untuk dimiliki tapi bagaimana kita mampu berbuat untuk cinta yang sebenarnya.

Kebanyakan wanita sekarang berlomba-lomba mengejar cinta tapi ketika cintanya diuji tidak siap berkorban dan berbakti untuk cinta. Sebuah dilema menghadang. Lalu ketika lembaga perkawinan bagi adalah sesuatu yang sakral, suci harus dijaga kesucian dan kehormatannya adalah sebuah cobaan.

Rosi Sianipar adalah dosen di Fakultas Ilmu Seni & Sasta (FISS) jurusan Seni Musik, Seni Fotografi & Film Universitas Pasundan(Unpas) Bandung. Baginya menulis adalah ruang khusus. selali mengabdi bagi ruang kerjanya.

Menulis buku ini sebagaian pengalamannya dan saya curahkan semua dalam novel ini,“ kata Rosi saat bertemu dengan penulis.

Rosi lahir di Siborong-borong Binjai Sumatra Utara 48 tahun lalu. Tumbuh dan besar di kota Binjai Sumatera Timur. Ia alumni S1 Sekolah Tinggi Seni Indonesia ( STSI)  Bandung  jurusan Teater, S2 Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sarta alumni Pelatihan Penulisan Skenario  TVRI Jakarta jeung Keilmuan Seni Pertunjukan, selain staf di Unpas ia juga engajar SMKN 10 Bandung. Aktivitas menulis sejak SMP di media Puisi. Di SMK mulai menulis skenario televisi. Di sta.TVRI Nedan. Tahun 1990 menulis skenario di Sta. TVRI Bandung dan Sta. TVRI Jakarta. Tahun 1991 mendapat pendidikan Penulisan Skenario Film. Dilatih oleh Teguh Karya, Tatik Malyati, Salim Said, by sponsorship Sta  TVRI Jakarta. Sejak saat itu banyak terlibat sebagai kru film bersama Tata Suzetta. Tahun 1993 bertemu dengan Aditya Gumay, mendapat kesempatan membuat naskah drama anak anak untuk Sanggar Ananda. Tahun 1994 menjadi Sutradara wanita pertama di kota Bandung. Naskah Miss Julie karya Auguts Strindberg. Sponsorship Embassy of Sweden. Selanjutnya menggarap naskah Si Badul dan Burung Kakak Tua. 1996 mengikuti pendidikan Performer di Jepang selama satu tahun sponsorship Japan Foundation.  Sampai sekarang masih menulis karya karya film. Diantaranya film dokumenter berjudul Seragam Pertama Salim. Beberapa karya cerpen pernah dimuat di media cetak Mitra Desa terbitan Bandung dan media SIB terbitan MedanThe Power of Love adalah naskah novel pertama. 2012 membuat kumpulan puisi berjudul I Think, Setelah study S1 dari STSI Bandung melanjut S2 di IKJ. 

Dalam isi novel dapat kita lihat ia menulis berdasarkan keadaan maupun peristiwa-peristiwa penting yang digambarkan dalam hidupnya. Kepengarangan dalam sastra ia mungkin akan arungi jauh kedepan yang memang sebelumnya ia juga menuli skenario dan juga puisi. Sosok pengarang  ini memang belum tercuat namanya, namun semangatnya yang mengebu putri batak yang sangat luwes bahasa sunda ini menjadikan hidup kuat di kota Bandung. Ia adalah Mualaf yang tangguh. Novelnya adalah sebauah sikap hidupnya yang dituang dalam karya.

Bagian mana saja novel yang menarik ini secara ringkas novel ini unik. Karena mampu bercerita tentang kebanyakan wanita sekarang yang berlomba-lomba mengejar cinta tapi ketika cintanya diuji tidak siap berkorban dan berbakti untuk cinta.

Dia bongkar kelemahan cinta yang ada hanya sebuah kesenangan. Banyak tak suka dengan cinta yang sebenarnya dengan perih dan harus berjuang. Dia kisahkan dalam Lembaga perkawinan cinta diuji dan itu sesuatu yang harus menjadikan satu kehormatan abadi.

The of Power of Love juga berkisah tentang seorang istri yang menjalani hari harinya seorang diri, karena suaminya sering keluar kota dan tahan hidup dengan jiwa-jiwa kosong. Diperlakukan oleh suaminya tanpa sebuah penghargaan padahal istri sudah mengikuti keyakinan suami atas nama cinta. Bahkan menelantarkan istri dan anak dengan membiarkannya tidak memiliki beras untuk dimasak, rasa perih ini dijalani. Ia harus berjuang juga tahan bantingan mengetahui jika suami bersenang-senang  dengan wanita lain dan puncaknya suami pamit ingin menikahi wanita lain. Sebuah ketegaran yang harus dihadapi.

Sedemikian cobaan yang dialami si istri tapi kokoh sebagai istri tidak pernah mundur dalam perkawinannya. Dia sabar dan sadar jika ketidaksempurnaan suaminya adalah lahan amal baginya. Dalam kisah ini akhirnya kesedihan berlarut sampai suaminya jatuh sakit selama dua tahun dan akhirnya tutup usia. Tragis tapi sebuah takdir yang harus dihadapi.

Lalu ada kisah yang aneh karena dia jatuh cinta pada Don Juan. Ada dorongan kemanusiaan yang membuatnya sabar menyadarkan Don Juan agar berhenti dari petualangan cintanya. Sampai selanjut cintanya pada Don Juan harus berpisah karena menurutnya mencintai seseorang tidak selalu memilikinya. Hakekat hidup lahir ke dunia ini dengan tangan kosong dan kembali ke Sang Khalik juga tangan kosong. Dan semua menjadi kosong dan polos.

Kesetiannya akan kisah ini dia tuliskan betapa setianya ia akan suaminya, dan kemisterian perempuan adalah tauladan dan kejandaan adalah sebuah hati wanita penuh misteri dan cinta suci melekat kepada almarhum suaminya. Meski kisahnya dalam hidup sering ditinggalnya dia sebagai istri sendiri dan suaminya berjuang dalam hidup. (Hal 80, The oPower of Love).

Kisahnya kuat juga dalam korelasi dan soal keimanan hidupnya dan itulah kesetian. Jadi membaca novel Rosi kita sebenarnya membaca pengalaman pengaranganya, dan akhirnya karya Rosi harus diasah kembali dengan pengalaman lain bukan sekadar dirinya indah pengalaman ke dalam novel itu. (Hal 148  The oPower of Love).

Prof Jacob Sumardjo yang dikenal kritikus sastra dan sejarawan menulis satu pengantar dalam novel ini sangat jujur. Banyak penulis novel yang pura-pura tahu atau malah sok tahu apa yang diceritakannya itulah sebenarnya novel dusta.  Sudah bagiamannya dusta ditambah apanya juga dusta.

Dalam novel Rosi katanya Jocob cenderung tidak ada dusta tentang apanya dan bagaiamananya juga alias polos mengakui ketidak mauannnya berdusta secara benar dan baik.

Novel dengan cover dari maestro lukis Jeihan ini memang memberikan kekuatan lain, dan Rosi bersyukur Jeihan menjadikan lukisannya sampul di buku itu. Perjuanganmu belum selesai, Selamat!.|AM

Leave a comment

9 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here