Pesona Rana Tharus Dalam Bidikan Solveig Boergen

Pesona Rana Tharus Dalam Bidikan Solveig Boergen

813
0
SHARE

SENI.CO.ID – Solveig Boergen adalah fotografer Jerman yang hidup dan bekerja di Jepang. Ia melakukan perjalanan ke distrik Kanchanpur di Nepal Barat untuk mengabadikan kehidupan sehari-hari penduduk Rana Tharus.
Di India, Rana Tharus dan Nainital adalah sukuyang dilindungi. Di Nepal sendiri, Rana Tharus adalah penduduk asli Kailali dan Kanchanpur yang sudah ada sejak abad ke 16. Sayangnya penduduk asli di wilayah Kailali dan Kanchapur di Nepal bagian Barat terjadi banyak diskriminasi.
Penduduk asli terpaksa banyak yang pindah ketika terjadi pembebasan tanah perluasan ShukplaphantaWildlife Reserve di wilayah tersebut. Penduduk Tharus juga banyak kehilangan tanah leluhur mereka karena program pemukiman. Jumlah lahan yang ditempati Tharus diperkirakan hanya tersisa 14%  setelah program anti malaria mengharuskan penyemprotan DDT di daerah tersebut. Mereka adalah pionir di dua distrik tersebut, yang dikemudian hari bergabung dengan suku Dangauras Dang dan setelah adanya pemberantasan malaria dan rencana pemindahan hunian pada rejim Panchayat, suku Khasiyas juga bergabung.Padaha sebelumnya merekamenenpati 90% lokasi.
Sangat sulit menemukan dokumen tertulis tentang Rana Tharus karena mereka hidup terisolasi, ungkap Bikram Rana dalam blog-nya:
Uniknya, meskipun dengan segala halangan yang harus dihadapi, mereka tidak melupakan budaya dan tradisi. Cara hidup, pakaian dan ornamen tradisional mereka sangat menarik mata fotografer dan desainer.

Berikut ini apa yang dia lihat melalui kameranya:
_
Rana Tharus – Perak yang berwarna putih terlihat indah dipadukan baju merah dan syal hitam. Foto oleh Solveig Boergen. Digunakan dengan ijin
_
Membersihkan rumah dan memberikan makan ternak.
_
Tugas rutin pagi hari, membawa ternak ke pada rumput.
_
Wanita muda yang membantu menjaga kambing dan mengambil rumput.
_
Wanita dengan pakaian cerah ini membuat mainan dari tanah liat untuk mainan cucunya di festival mendatang. Gambar yang dibuat terinspirasi alam tato di tangannya dan warna cerah pada blusnya.
_
Berbisik di tengah padang rumput.
_
Tradisional vs modern

_
Menjala ikan.
_
Berbagi hasil tangkapan ikan.
_
Cukup banyak ikan untuk semua orang.
_
Mempelai wanita sedang berias
_
“Cermin!Cermin! Siapakah yang paling cantik?”
_
Aku terlihat cantik, bukan?

_
Dan kaki mereka pun berhias dengan cantik
_
Warna-warna cerah yang terinspirasi dari alam.
_
Anak-anak kecil yang bermain tanpa beban.
_
Ketika kamu muda akan mengikuti jejak oraang tua mereka dalam berbudaya, masa depanlah yang akan menentukannya.
Cerita ini dapat dilihat juga pada blogVoice of Tharus. (Global Voice/SA)

Comments

comments

Leave a Reply

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY