Taufan S. Chandranegara: Logo Nyontek itu Harus Dihentikan dan Dibuat ulang

Taufan S. Chandranegara: Logo Nyontek itu Harus Dihentikan dan Dibuat ulang

1835
1
SHARE
Taufan S. Chandranegara/ant

SENI – Kasus Logo 71 Tahun Indonesia Merdeka namanya berbuntut panjang. Adalah seniman yang pernah terlibat Bersama Gerakan Seni Rupa Baru 1987 Proyek I tema Pasar Raya Dunia Fantasi Taufan S. Chandranegara ikut berkomentar secara tegas dan menohok.

Menurut Taufan yang pernah menjadi Perancang Grafis PT. Grafiti Pers. Penerbit Majalah Tempo, Medika dan Zaman pada (1981-1987) bahwa Logo Nyontek itu Harus Dihentikan dan Dibuat ulang.

Logo-resmi-HUT-ke-71-Indonesia.-Setneg.go_.id_“Kalau Logo terindikasi Nyontek itu Harus Dihentikan dan Dibuat ulang, yang bikin orang teledor,” ujar Direktur Artistik Panggung Teater Koma sejak tahun 1982 ini kepada Seni.co.id Selasa, 26 Juli 2016.

Baca Catatan Kisruh Logo HUT Indonesia, Ada Apa dengan Logo 71 Tahun Indonesia Merdeka?

menurut  Taufan yang juga Skenografer, Perancang Grafis, dan Perupa ini bahwa dari institusi seni kreatif itu juga harusnya cek dulu kebenaran datanya.

Kmentar Tuafan ini menjadikan cemeti agar semua melek. Nama Taufan memang lebih dikenal dihampir seluruh pementasan Teater Koma diskenograferi olehnya. Terlibat dalam teater sudah di lakoninya sejak tahun 1970-an dengan bergabung dengan beberapa kelompok, diantaranya bergabung dengan Kelompok Seni Pemuda-Gelanggang Remaja Bulungan, Teater Panuluh, serta terlibat di GARAJAS bersama Dimas Pras, May Soebiakto, dll. Jadi jika dia berkomnatr atas Kasus Logo 71 Tahun Indonesia Merdeka sangat lah wajar, oleh karenanya menurut dia hendaknya hal ini dievaluasi.

“Sang pembuat  kasian kalau masih muda sudah plagiat dan nyontek, mau kemana generasi negeri ini,” pungkas Skenografer handal Indnesia setelah ‘mbah Djito’ atau Redjito tiada ini. –Aema/SN

 

Comments

comments

Leave a Reply

1 COMMENT

LEAVE A REPLY