Van Gogh Berikan Potongan Telinganya kepada Anak Petani

Van Gogh Berikan Potongan Telinganya kepada Anak Petani

499
0
SHARE
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa wanita yang 'dihadiahi' potongan telinga Van Gogh bernama Gabrielle Berlatier. /AP

SENI – Fakta baru terungkap tentang potongan telinga Vincent Van Gogh. Jurnal The Art Newspaper bahwa Vincent Van Gogh memberikan potongan telinganya kepada seorang perempuan muda bernama Gabrielle Berlatier.

Nama lengkap perempuan itu sebelumnya tidak disebutkan penulis Bernadette Murphy dalam buku terbaru tentang pelukis Van Gogh berjudul Van Gogh’s Ear: The True Story yang diterbitkan pekan lalu. Pasalnya, Murphy mengaku sudah berjanji kepada keturunan perempuan yang dimaksud untuk menjaga kerahasiaan namanya.

Akan tetapi, setelah buku itu dipublikasikan, The Art Newspaper menindaklanjuti rincian dalam buku itu dan menemukan nama lengkap putri seorang petani yang dikisahkan, dalam catatan Institut Pasteur di Paris, tempat ia dirawat akibat rabies setelah digigit anjing.

Martin Bailey, yang menulis kisahnya dalam The Art Newspaper, mengatakan penemuan nama wanita yang akhirnya terpecahkan itu sebagai “salah satu misteri yang melibatkan Van Gogh”.

Buku Van Gogh’s Ear: The True Story mengungkap fakta bahwa Van Gogh mengiris seluruh bagian telinganya, bukan hanya memotong bagian cupingnya atau sebagian telinganya saja.

Van Gogh disebutkan ‘menghadiahi’ potongan telinga itu kepada Gabrielle dengan tulisan, “Jaga benda ini dengan hati-hati.”

‘Membangkitkan rasa ingin tahu’

Image copyrightUNIVERSITY OF CALIFORNIA

Image captionSketsa seorang dokter di Prancis yang menggambarkan insiden pemotongan telinga Van Gogh.

Berdasarkan penelitian terbaru, Gabrielle bekerja sebagai pembantu di rumah-rumah bordil saat dia ‘dihadiahi’ potongan telinga Van Gogh.

The Art Newspaper juga menunjukkan bahwa Gabrielle juga mungkin bekerja sebagai tukang bersih-bersih di Cafe de la Gare, yang dijalankan oleh dua teman Van Gogh. Sang pelukis juga diketahui telah tinggal di tempat itu selama beberapa bulan.

Hal ini, sebut artikel itu, “kemungkinan membangkitkan rasa ingin tahu bahwa wanita itu adalah seseorang yang sering Van Gogh temui”.

Nama Gabrielle telah terungkap pada 1936 dalam sebuah artikel yang mengutip keterangan ketika polisi dipanggil ke rumah bordil di Arles, tempat Van Gogh memotong telinganya pada 1888.

Namun sejumlah laporan dalam surat kabar saat itu menyebut nama Rachel, yang kemungkinan merupakan nama julukan.

Pelukis itu mengiris telinganya karena menderita depresi berat dan sehari kemudian dibawa polisi ke rumah sakit.

Setelah peristiwa itu, pelukis terkenal ini bunuh diri pada 1890. -bbc/sn

Comments

comments

Leave a Reply

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY