Pameran Lukisan Nurhidayat: Gerakan Politik dan Kritik Terhadap Konsumerisme

Pameran Lukisan Nurhidayat: Gerakan Politik dan Kritik Terhadap Konsumerisme

1052
0
SHARE

SENI.co.id – Pelukis Nurhidayat sedang berpameran tunggal bertajuk “ONIRIQUE” atau “Dream” yang berlangsung 07 Maret sampai 23 April 2016 di The Gallery 33 Rue Auguste Comte 69002 Lyon Perancis. Karya mengoda dan detail akan kritik terhadap konsumerisme kekinian.

Itulah kira-kira yang terlihat dari karya Nurhidayat. Imajinasinya terinsiprasi dari makanan dan foto-foto di Majalah dan ia respon dengan kekuatan karya lukisnya.

12813950_10209031358522745_6461266878731972209_n“Karya saya untuk pameran kali ini terbagi menjadi dua periode, pertama periode lukisan dengan media akrilik, dan yang kedua drawing dengan media rotring diatas kertas.

Pada karya lukisan saya makanan adalah seperti makanan dalam etalase atau makanan seperti dalam foto-foto majalah, makanan ini di kontruksi untuk memenuhi hasrat. Warna dan komposisi diatur sedemikian rupa,” jelas Nurhidayat pada SENI.co.id

Bavardages gastronomiques, acrylique sur toile, 200 cm x  200 cm ,2011.Nurhidayat juga mengatakan bahwa makanan dalam lukisan adalah makanan mimpi bukan makanan kenyataan, makanan penyamaran. Makanan ini juga berbicara tentang hasrat, bagaimana hasrat bertahan diantara kepungan citraan, mampukah kita mempertahankan hasrat mengkonsumsi tersebut, apakah kita korban dari citraan itu atau kita sendiri adalah pabrik dari citraan tersebut.

Juktaposisi beberapa image makanan dalam lukisan saya adalah juga kompleksitas persoalan didalamnya, bukan hanya persoalan mengkonsumsi belaka, misalnya makanan-makanan tersebut juga juktaposisi dengan karya-karya seni kontemporer yang terkenal, bagi saya keduanya mempunyai kesamaan.

10599674_10209031359962781_3396235740046940367_nDiakui Nurhidayat pada karya drawing persoalan masih menyentil mimpi, persoalan realitas yang terbawa mimpi antara dua kultur yang terkadang berseberangan, bertolak belakang. Tarik menarik antara dua kultur ini menjadi ketegangan dalam banyak persoalan sehari hari. Seperti persoalan identitas, religius, politik dll. Persoalan bagaimana menempatkan tubuh dengan kutum lama dalam kehidupan ritual actual,” tuturnya.

Karya Nurhidayat dibuat buat periode 2014-2016 dan karya-karya drawing periode 2015-2016 dan sebetulnya sudah saya pamerkan beberapa kali, katanya.

Bagaimana proses saat berkarya?

Proses pembuatan karya ini biasanya berlangsung bersamaan dalam studio setiap karya jadi kalau sudah stag dengan lukisan saya membuat drawing. “Saya tidak tahu pasti berapa lama satu karya bisa selessai, setiap hari saya bekerja di studio biasanya pagi sampai malam yang kadang-kadang banyak disela dengan pekerjaan lain di luar studio,”ujar Nurhidayat yang kini bermukim di Perancis.

Nurhidayat juga mengakui soal puas tidaknya dengan karya di pameran ini dirinya tidak pernah puas dengan karya-karya yang sudah dipamerkan kadang-kadang karya yang sudah selesai juga saya garap kembali.

DSC_0275la galeriePada pameran kali ini karya Nurhidayat memang kuat dan detail. Nurhidayat menjelaskan karya-karya periode lukisan dengan tema makanan awalnya terinspirasi dari tulisan Roland Barthes berjudul Mythologies, yang bercerita tentang foto-foto makanan dalam majalah Elle, jelasnya.

“Secara keseluruhan karya-karya saya banyak dipengaruhi oleh gerakan figuration narratif di Perancis awal tahun 1960 an, hampir bersamaan dengan gerakan pop art di Amerika, gerakan ini menyuarakan pungsi politik dan kritik yang sama terhadap konsumerisme, senimannya antara lain Erro, Jacques Monory, Gérard Fromanger, dll. “Mereka semua sekaligus juga menjadi inspirasi dari karya-karya saya,” ungkap Nurhidayat. (A/SENI)

Comments

comments

Leave a Reply

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY