Home BERITA Konser `Pagi Putih` Jubing Kristianto: Syahdu Mengalunkan Gitar

Konser `Pagi Putih` Jubing Kristianto: Syahdu Mengalunkan Gitar

711
0
Jubing saat aksi pentas di Bentara Budaya Jakarta (sa)

SENI.co.ID – tak kurang dari seratus orang memadati gedung Bentara Budaya untuk menikmati suguhan gitar klasik yang dimainkan oleh Jubing Kristianto pada malam 3 Maret 2016.

Tampilan bergaya klasik dengan sentuhan etnik sanggup menggugah relung hati  paling dalam bagi penikmat musik. Lagu Hongaria Dance yang sudah dikenal sejak kecil mendapat sambutan dan tepuk tangan riuh dari penonton yang juga turut terlena.

jbvBegitu juga saat memainkan petikan gitar yamahanya pada lagu “Pagi Putih” dengan mengubah senar enam menjadi re dan senar tiga menjadi La “Ide lahirnya lagu ini tercipta ketika saya ada di kota Zurickh, Swiszerland saat menyusuri Danau Dascos yang berwarna putih karena salju. Zurich adalah perjalanan pertama saya pada tahun 2010. Saat saya tiba diwaktu malam musim dingin itu yang tampak kelam semua dan baru tersadar paginya jalan-jalan tampak putih tertutup salju,” tutur Jubing yang menceritakan latar belakang lagu itu.

Lagu selanjutnya berjudul “River Song,” terinspirasi dari sungai. Peradapan manusia dari dimulai dari tepi-tepi sungai. Kris mengatakan, melihat sungai dari udara seperti makhluk hidup yg ajaib. Ia terInspirasi ketika melihat perjalanan seorang wartawan yang menyusuri sungai Gangga dari ujung mata air sampai muara dalam perjalanannya menuju laut.

jbfPada konsernya itu, juga diramaikan dengan ajang fahion show karya Rendra dengan ilustrasi musik klasik yang dimainkannya berjudul “getuk”. Selain penampilan tunggalnya itu, Jubing mengajak seniman musilk gitar, Imada untuk duet bersamanya dan gesekan indah biola dari tangan seorang Didit.

Keajaiban musik sanggup menghipnotis semua pendengarnya untuk menikmati petikan senar yang bisa menyatukan rasa damai dengan dentingan bagai garpu tala. Melengking namun harmoni.. Duet becak fantasi bersama rekan didit juga sangat memukau dan penonton mengikuti tanpa sadar menggoyangkan badan mengikuti irama dan melodi lagu semasa kanak-kanak itu.

Dengan gubahan arransement yang aduhai, terdengar mendayu-dayu di telinga musik klasilk kontenporer berjudul “Kopi Dangdut” yang asal muasalnya lagu dari Venezuela itu di gubah dengan nada E minor. Tidak hanya instrumen saja namun dengan kehadiran Reida dan Nana sebagai vokalis memberikan warna tersendiri.

jbKuartet Papaya caca dalam musik beritme caca ca, bergaya klasik dan digubah menjadi papaya beritme samba, dinyanyikan dengan manis dan merdu oleh Reda yang didukung juga dengan gesekan biola menjadi alunan melodi yang indah untuk dinikmati.

Akhirnya acara ditutup dengan musik lenggang kangkung, dari Jubing Kristianto, imada, Didit, Reda dan Nana, dengan syairnya ; Lenggang- lenggang kangkung , kangkung dari cikini, semoga kita beruntung esok bisa berjumpa lagi. Suguhan konser Jubing Kristianto menorehkan hati untuk merindukan lagi dan menunggu pementasan berikutnya.

Lagu adalah sebuah perjalanan untuk terus berkarya yang mewarnai melodi kehidupan dan makna tersirat dari keajaiban musik bagi yang bisa menikmatinya. Salut untuk Jubing dan rekan dimalam itu yang penuh syahdu. (SA)

Leave a comment

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here